PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI
PERILAKU DAN DAMPAK VIRUS KOMPUTER
PENDAHULUAN
Sejak kemunculannya pertama kali pada pertengahan tahun 1980-an, virus komputer telah mengundang berbagai kontroversi yang masih berlangsung hingga saat ini. Seiring dengan perkembangan teknologi
sistem komputer, virus komputer pun menemukan cara-cara baru untuk menyebarkan diri melalui berbagai media komunikasi yang ada. Istilah computer virus pertama kali digunakan oleh Fred Cohen dalam papernya
yang berjudul ‘Computer Viruses – Theory and Experiments’ pada tahun 1984. Berikut kutipan definisi tersebut:
“ We define a computer ‘virus’ as a program that can ‘infect’
other programs by modifying them to include a possibly evolved copy
of itself. With the infection property, a virus can spread
throughout a computer system or network using the authorizations of
every user using it to infect their programs. Every programs
that gets infected may also act as a virus and thus the infection
grows.”
Maka, menurut definisi yang diberikan di atas dapat disimpulkan bahwa sifat dasar virus komputer yaitu mempunyai kemampuan untuk menjangkiti (menginfeksi) program lain dan menyebar. Pada dasarnya penggunaan isitlah virus dikarenakan adanya kesamaan dalam hal sifat antara virus komputer dengan virus yang kita kenal dalam dunia fisik. Di mana keduanya memiliki dua tujuan, yaitu untuk bertahan hidup dan bereproduksi. Virus komputer dapat diklasifikasi menjadi dua tipe.Yang pertama yaitu dibuat untuk tujuan penelitian dan studi, dan tidak dipublikasikan. Sedangkan tipe yang kedua merupakan virus komputer yang membahayakan sistem komputer pada umumnya (virus ‘in the wild’).
PEMBAHASAN
KLASIFIKASI VIRUS KOMPUTER
Virus komputer dan program lain yang membahayakan sistem komputer dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok menurut bagaimana cara mereka untuk menjangkiti (infect) sebuah sistem komputer, bagian dari sistem komputer yang mereka jangkiti, atau kelakuan (behaviour) yang dimiliki oleh mereka. Berikut adalah contoh klasifikasi dari berbagai jenis harmfulprogram :
MALWARE, merupakan singkatan dari Malicious Software, merujuk pada program yang dibuat dengan tujuan membahayakan atau menyerang sebuah sistem komputer. Terdiri atas :
◦ Computer Virus, merujuk pada program yang memiliki kemampuan untuk bereplikasi dengan sendirinya.
◦ Computer Worm, merujuk pada program independen yang memiliki kemampuan untuk bereplikasi dengan sendirinya. Indepen di sini memiliki makna bahwa worm tidak memiliki host program sebagaimana virus, untuk ditumpangi. Sering kali worm dikelompokan sebagai sub-kelas dari virus komputer.
◦ Trojan Horse, merujuk pada program independen yang dapat mempunyai fungsi yang tampaknya berguna, dan ketika dieksekusi, tanpa sepengetahuan pengguna, juga melaksanakan fungsi-fungsi yang bersifat destruktif.
◦ Malicious Toolkits, merujuk pada program yang didesain untuk membantu menciptakan program-program yang dapat membahyakan sebuah sistem komputer. Contoh: Tool pembuat virus dan program yang dibuat untuk membantu proses hacking.
◦ Joke Program, merujuk pada program yang meniru operasi-operasi yang dapat membahayakan sistem komputer, namun sebenarnya dibuat untuk tujuan lelucon dan tidak mengandung
operasi berbahaya apapun.
BAGIAN DASAR VIRUS COMPUTER
Setiap virus komputer yang aktif, harus terdiri atas dua buah bagian dasar atau subroutine, yaitu :
1. SEARCH ROUTINE, berfungsi untuk menemukan file atau lokasi baru yang akan dijadikan target berikutnya untuk diserang. Bagian ini juga menentukan bagaimana cara virus bereproduksi, apakah secara cepat atau lambat, apakah dapat menyerang sebagian atau seluruh bagian dari target. Namun sebagaimana tradeoff ukuran dan fungsionalitas yang dimiliki setiap program, bila virus memiliki search routine yang rumit, maka akan dibutuhkan ruang yang lebih besar. Dengan demikian walaupun search routine yang baik dapat membantu virus untuk menyebar lebih cepat, namun ukuran virus akan bertambah besar karenanya.
2. COPY ROUTINE, berfungsi untuk meng-copy dirinya sendiri pada area yang telah ditentukan oleh search routine. Ukuran dari bagian ini bergantung pada kompleksitas dari virus yang di-copy. Sebagai contoh, virus yang menyerang file berekstensi COM umumnya berukuran lebih kecil daripada virus yang menyerang file EXE, karena file EXE memiliki struktur yang lebih kompleks, sehingga virus lebih sukar untuk melekatkan diri pada file EXE. Selain kedua bagian di atas, sering kali sebuah virus digabungkan lagi dengan bagian yang berfungsi untuk menghindari deteksi, baik oleh pengguna komputer maupun software pendeteksi virus. Bagian ini disebut Anti-Detection Routine, dan dapat merupakan bagian dari search routine, copy routine, atau bahkan terpisah dari keduanya. Sebagai contoh, bagian ini akan mengaktifkan virus jika selama lima menit tidak ada tombol keyboard yang ditekan, dengan asumsi pengguna tidak sedang menggunakan komputer. Kadang kala virus masih digabungkan dengan bagian lain seperti routine untuk merusak sistem yang diserang atau routine yang berfungsi hanya untuk lelucon.
GAMBARAN FISIK VIRUS KOMPUTER
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dalam melakukan proses replikasi sebuah virus memodifikasi program lain sehingga virus tersebut menjadi bagian dari program tersebut. Sehingga setiap kali program tersebut dieksekusi, virus akan dieksekusi pula dan menyerang program lain.
Berikut adalah tiga jenis virus komputer ;
1. OVER VIRUSES, menjadi bagian dari program host dengan ‘menimpa’ (menggantikan) bagian awal dari program tersebut, sehingga program host tidak akan mengalami perubahan ukuran, namun mengalami kerusakan dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
2. PREPENDING VIRUSES, bereplikasi dengan menjadi bagian awal dari program host sehingga ketika program host dieksekusi, sebelum program host virus akan terlebih dahulu dieksekusi. Keberadaan
virus tidak menyebabkan kerusakan fungsional pada program host namun akan memperbesar ukuran program host.
3. APPENDING VIRUSES, bereplikasi dengan menjadi bagian akhir dari program host tanpa merubah isi dari program host. Namun pada bagian awal program yang telah terinfeksi diberikan mekanisme agar ketika program dieksekusi, virus akan dieksekusi terlebih dahulu.
CARA KERJA VIRUS KOMPUTER
Berikut ini adalah penjelasan mengenai cara kerja berbagai jenis virus komputer :
• File Infector Virus, memiliki kemampuan untuk melekatkan diri (attach) pada sebuah file, yang biasanya merupakan file executable. Pada umumnya virus jenis ini tidak menyerang file data. Namun dewasa ini, sebuah file data atau dokumen lainnya dapat mengandung kode executable seperti macro, yang dapat dieksploitasi oleh pencipta virus komputer, worms atau trojan horse.
• Boot Sector Virus, memodifikasi program yang berada di dalam boot sector pada DOS-formatted disk. Pada umumnya, sebuah boot sector virus akan terlebih dahulu mengeksekusi dirinya sendiri sebelum proses bootup pada PC, sehingga seluruh floppy disk yang digunakan pada PC tersebut akan terjangkiti pula.
• Multipartite Virus, memiliki fitur dari kedua jenis virus di atas (baik sebagai file infector mau pun sebagai boot /system sector virus). Ketika sebuah file yang terinfeksi oleh virus jenis ini dieksekusi, maka virus akan menjangkiti boot sector dari hard disk atau partition sector dari komputer tersebut, dan sebaliknya.
• Macro Virus, menjangkiti program macro dari sebuah file data atau dokumen (yang biasanya digunakan untuk global setting seperti template Microsoft Word), sehingga dokumen berikutnya
yang diedit oleh program aplikasi tersebut akan terinfeksi pula oleh macro yang telah terinfeksi sebelumnya.
• Stealth Virus, bekerja secara residensial (menetap) di dalam memori dan menyembunyikan perubahan yang telah dilakukannya terhadap file yang dijangkiti. Hal ini dilakukan dengan mengambil alih fungsi sistem jika terjadi proses pembacaan. Jika program lain meminta informasi dari bagian sistem yang telah dijangkiti virus stealth, maka virus akan memberikan informasi yang sesuai dengan keadaan sebelum terjangkiti virus, sehingga seolah-olah sistem berfungsi dalam keadaan baik tanpa gangguan dari virus komputer.
• Polymorphic Virus, cenderung melakukan perubahan di dalam kodenya setiap kali mengalami proses replikasi sehingga sulit untuk dideteksi oleh anti-virus software.
• Companion Virus, bekerja dengan berpura-pura menggantikan file yang hendak diakses oleh pengguna. Sebagai contoh dalam sistem operasi DOS, file A.EXE dapat diinfeksi dengan membuat sebuah file dengan nama A.COM. DOS akan terlebih dahulu akan mencari file berekstensi COM sebelum file dengan ekstensi EXE. Setelah A.COM telah dieksekusi, kemudian A.EXE akan dieksekusi pula sehingga file tersebut terinfeksi pula. Cara lain adalah dengan menempatkan sebuah file dengan nama yang persis sama pada cabang lain dari file tree, sehingga bila file palsu ini ditempatkan secara tepat dan terjadi kesalahan dengan tidak menuliskan path yang lengkap dalam menjalankan sebuah program, akan berakibat tereksekusinya file palsu tersebut.
• Tunneling Virus, mencoba untuk mengambil alih interrupt handlers pada DOS dan BIOS, kemudian meng-install dirinya sehingga berada ‘di bawah’ program-program lainnya. Dengan ini virus dapat menghindari hadangan dari program anti virus sejenis monitors.
• Fast Infectors Virus, tidak hanya menyerang ketika program target dieksekusi, melainkan juga ketika diakses. Hal ini bertujuan untuk menumpangi perangkat anti virus sebagai media penyebaran ketika melakukan pengecekan terhadap file-file di dalam komputer.
• Slow Infectors Virus, kebalikan dari fast infectors, di mana virus hanya akan menyebar ketika file-file target diciptakan atau dimodifikasi. Hal ini bertujuan untuk memperdaya anti virus sejenis integrity checkers dengan menumpangi proses yang ‘sah’ untuk mengubah sebuah file.
• Armoured Virus, dibuat sedemikian rupa sehingga sulit untuk peneliti anti-virus dalam mempelajari cara mereka bekerja.
KESIMPULAN
Perkembangan virus komputer, worms, dan berbagai jenis malware lainnya telah menimbulkan dampak yang sangat besar dan meluas.Perkembangan teknologi sistem komputer dan komunikasi sering kali dijadikan virus komputer sebagai cara untuk mencari media penyebaran diri yang baru. Mulai dari penyebaran melalui floppy disk dan boot sector pada awal berkembangnya komputer, kemudian beranjak melalui jaringan internet, dan sepertinya virus akan menemukan tempat baru di dalam jaringan komunikasi wireless baik dalam bentuk aplikasi (aplication-based) maupun dalam bentuk muatan aplikasi (conten- based). Dengan semakin kaburnya batasan antara peralatan komunikasi wireless dan komputer, ditambah lagi globalisasi seluruh dunia, maka virus komputer dan berbagai jenis malware lainnya akan merambah dunia komunikasi jenis ini. Selain itu jaringan komunikasi peer-to-peer yang semakin marak digunakan dalam berbagai macam aplikasi, dengan kemampuan untuk melewati berbagai bentuk pengamanan sistem seperti firewall, dapat menjadi sasaran empuk dari perkembangan virus komputer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar