Jumat, 16 November 2012

PERILAKU DAN DAMPAK VIRUS KOMPUTER


PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI
PERILAKU DAN DAMPAK VIRUS KOMPUTER


PENDAHULUAN
Sejak kemunculannya pertama kali pada pertengahan tahun 1980-an, virus  komputer   telah   mengundang  berbagai   kontroversi   yang  masih berlangsung hingga saat ini. Seiring dengan perkembangan teknologi
sistem komputer, virus komputer pun menemukan cara-cara baru untuk menyebarkan diri melalui berbagai media komunikasi yang ada. Istilah computer virus pertama kali digunakan oleh Fred Cohen dalam papernya
yang berjudul ‘Computer Viruses – Theory and Experiments’ pada tahun 1984. Berikut kutipan definisi tersebut:
“ We define a computer ‘virus’ as a program that can ‘infect’
other programs by    modifying them to include a possibly evolved copy
of itself. With the infection property,        a    virus    can    spread
throughout a computer system or network using the authorizations of
every user using it to infect their programs. Every programs
that gets infected may also     act as a virus and thus the infection
grows.”

Maka, menurut definisi yang diberikan di atas dapat disimpulkan bahwa sifat   dasar   virus    komputer   yaitu  mempunyai    kemampuan    untuk menjangkiti (menginfeksi) program lain dan menyebar. Pada dasarnya penggunaan isitlah virus dikarenakan adanya kesamaan dalam hal sifat antara virus komputer dengan virus yang kita kenal dalam dunia fisik. Di mana keduanya memiliki dua tujuan, yaitu untuk bertahan hidup dan bereproduksi. Virus  komputer    dapat  diklasifikasi   menjadi   dua  tipe.Yang pertama yaitu dibuat untuk tujuan penelitian dan studi, dan tidak dipublikasikan. Sedangkan tipe yang kedua merupakan virus komputer yang membahayakan sistem komputer pada umumnya (virus ‘in the wild’).

PEMBAHASAN
KLASIFIKASI VIRUS KOMPUTER
Virus   komputer   dan   program    lain  yang   membahayakan   sistem komputer dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok menurut bagaimana   cara   mereka   untuk   menjangkiti   (infect)  sebuah   sistem komputer, bagian dari sistem komputer yang mereka jangkiti, atau kelakuan (behaviour) yang dimiliki oleh mereka. Berikut adalah contoh klasifikasi dari berbagai jenis harmful
program :
MALWARE, merupakan singkatan dari Malicious Software, merujuk pada program yang dibuat dengan tujuan membahayakan atau menyerang sebuah sistem komputer. Terdiri atas :
◦ Computer Virus, merujuk pada program yang memiliki kemampuan untuk bereplikasi dengan sendirinya.
◦ Computer Worm, merujuk pada program independen yang memiliki kemampuan   untuk   bereplikasi   dengan  sendirinya.  Indepen   di sini memiliki makna bahwa worm tidak memiliki host program sebagaimana    virus,   untuk    ditumpangi.   Sering   kali   worm dikelompokan sebagai sub-kelas dari virus komputer.
◦ Trojan    Horse,   merujuk  pada   program  independen  yang   dapat mempunyai    fungsi    yang    tampaknya   berguna,   dan    ketika dieksekusi, tanpa sepengetahuan pengguna, juga melaksanakan fungsi-fungsi yang bersifat destruktif.
◦ Malicious Toolkits, merujuk pada program yang didesain untuk membantu menciptakan program-program yang dapat membahyakan sebuah   sistem  komputer.   Contoh:   Tool   pembuat  virus   dan program yang dibuat untuk membantu proses hacking.
◦ Joke   Program,  merujuk   pada   program   yang  meniru  operasi-operasi   yang  dapat   membahayakan    sistem   komputer,   namun sebenarnya dibuat untuk tujuan lelucon dan tidak mengandung
operasi berbahaya apapun.

BAGIAN DASAR VIRUS COMPUTER
Setiap virus komputer yang aktif, harus terdiri atas dua buah bagian dasar atau subroutine, yaitu :
1. SEARCH ROUTINE, berfungsi untuk menemukan file atau lokasi baru yang akan dijadikan target berikutnya untuk diserang. Bagian ini juga menentukan bagaimana cara virus bereproduksi, apakah secara cepat atau lambat, apakah dapat menyerang sebagian atau seluruh bagian dari  target. Namun  sebagaimana    tradeoff  ukuran   dan fungsionalitas yang dimiliki setiap program, bila virus memiliki search routine yang rumit, maka akan dibutuhkan ruang yang lebih besar. Dengan demikian walaupun search routine yang baik dapat membantu virus untuk menyebar lebih cepat, namun ukuran virus akan bertambah besar karenanya.
2. COPY ROUTINE, berfungsi untuk meng-copy dirinya sendiri pada area yang telah ditentukan oleh search routine. Ukuran dari bagian ini bergantung pada kompleksitas dari virus yang di-copy. Sebagai   contoh,  virus   yang  menyerang    file  berekstensi   COM umumnya berukuran lebih kecil daripada virus yang menyerang file EXE, karena file EXE memiliki struktur yang lebih kompleks, sehingga virus lebih sukar untuk melekatkan diri pada file EXE. Selain   kedua    bagian    di    atas,    sering   kali   sebuah   virus digabungkan  lagi   dengan   bagian     yang   berfungsi   untuk   menghindari deteksi,  baik   oleh   pengguna    komputer    maupun   software   pendeteksi virus. Bagian ini disebut Anti-Detection Routine, dan dapat merupakan bagian dari search routine, copy routine, atau bahkan terpisah dari keduanya. Sebagai contoh, bagian ini akan mengaktifkan virus jika selama lima menit tidak ada tombol keyboard yang ditekan, dengan asumsi pengguna tidak sedang menggunakan komputer. Kadang kala virus masih digabungkan dengan bagian lain seperti routine untuk merusak sistem yang diserang atau routine yang berfungsi hanya untuk lelucon. 

GAMBARAN FISIK VIRUS KOMPUTER
Seperti   yang   telah    dijelaskan     sebelumnya,    dalam   melakukan proses  replikasi   sebuah   virus   memodifikasi     program  lain   sehingga virus tersebut menjadi bagian dari program tersebut. Sehingga setiap kali program tersebut dieksekusi, virus akan dieksekusi pula dan menyerang program lain.
Berikut adalah tiga jenis virus komputer ;
1. OVER VIRUSES, menjadi bagian dari program host dengan ‘menimpa’ (menggantikan)    bagian   awal     dari   program   tersebut,   sehingga program   host   tidak   akan    mengalami    perubahan   ukuran,   namun mengalami   kerusakan    dan    tidak    dapat   berfungsi    sebagaimana mestinya.
2. PREPENDING VIRUSES, bereplikasi dengan menjadi bagian awal dari program host sehingga ketika program host dieksekusi, sebelum program host virus akan terlebih dahulu dieksekusi. Keberadaan
virus tidak menyebabkan kerusakan fungsional pada program host namun akan memperbesar ukuran program host.
3. APPENDING VIRUSES, bereplikasi dengan menjadi bagian akhir dari program host tanpa merubah isi dari program host. Namun pada bagian awal program yang telah terinfeksi diberikan mekanisme agar ketika program dieksekusi, virus akan dieksekusi terlebih dahulu.

CARA KERJA VIRUS KOMPUTER
Berikut  ini  adalah  penjelasan  mengenai   cara  kerja  berbagai jenis virus komputer :
•  File Infector Virus, memiliki kemampuan untuk melekatkan diri (attach)  pada   sebuah  file,   yang   biasanya  merupakan   file executable. Pada umumnya virus jenis ini tidak menyerang file data. Namun dewasa ini, sebuah file data atau dokumen lainnya dapat  mengandung  kode  executable   seperti  macro,  yang  dapat dieksploitasi oleh pencipta virus komputer, worms atau trojan horse.
•  Boot Sector Virus, memodifikasi program yang berada di dalam boot sector pada DOS-formatted disk. Pada umumnya, sebuah boot sector virus akan terlebih dahulu mengeksekusi dirinya sendiri sebelum proses bootup pada PC, sehingga seluruh floppy disk yang digunakan pada PC tersebut akan terjangkiti pula.
•  Multipartite Virus, memiliki fitur dari kedua jenis virus di atas (baik sebagai file infector mau pun sebagai boot /system sector virus). Ketika sebuah file yang terinfeksi oleh virus jenis ini dieksekusi, maka virus akan menjangkiti boot sector dari hard disk atau partition sector dari komputer tersebut, dan sebaliknya.
• Macro Virus, menjangkiti program macro dari sebuah file data atau  dokumen   (yang  biasanya   digunakan   untuk    global   setting seperti template Microsoft Word), sehingga dokumen berikutnya
yang diedit oleh program aplikasi tersebut akan terinfeksi pula oleh macro yang telah terinfeksi sebelumnya.
• Stealth Virus, bekerja secara residensial (menetap) di dalam memori  dan  menyembunyikan    perubahan   yang   telah   dilakukannya terhadap   file   yang   dijangkiti.   Hal   ini    dilakukan    dengan mengambil alih fungsi sistem jika terjadi proses pembacaan. Jika program lain meminta informasi dari bagian sistem yang telah dijangkiti virus stealth, maka virus akan memberikan informasi yang sesuai dengan keadaan sebelum terjangkiti virus, sehingga seolah-olah sistem berfungsi dalam keadaan baik tanpa gangguan dari virus komputer.
• Polymorphic   Virus,   cenderung   melakukan    perubahan    di   dalam kodenya setiap kali mengalami proses replikasi sehingga sulit untuk dideteksi oleh anti-virus software.
• Companion Virus, bekerja dengan berpura-pura menggantikan file yang hendak diakses oleh pengguna. Sebagai contoh dalam sistem operasi DOS, file A.EXE dapat diinfeksi dengan membuat sebuah file dengan nama A.COM. DOS akan terlebih dahulu akan mencari file berekstensi COM sebelum file dengan ekstensi EXE. Setelah A.COM  telah  dieksekusi,   kemudian  A.EXE   akan    dieksekusi   pula sehingga file tersebut terinfeksi pula. Cara lain adalah dengan menempatkan sebuah file dengan nama yang persis sama pada cabang lain dari file tree, sehingga bila file palsu ini ditempatkan secara tepat dan terjadi kesalahan dengan tidak menuliskan path yang lengkap dalam menjalankan sebuah program, akan berakibat tereksekusinya file palsu tersebut.
• Tunneling    Virus,    mencoba   untuk    mengambil   alih   interrupt handlers   pada   DOS   dan   BIOS,   kemudian  meng-install   dirinya sehingga berada ‘di bawah’ program-program lainnya. Dengan ini virus dapat menghindari hadangan dari program anti virus sejenis monitors.
• Fast  Infectors    Virus,   tidak   hanya  menyerang   ketika  program target   dieksekusi,    melainkan    juga  ketika   diakses.  Hal  ini bertujuan untuk menumpangi perangkat anti virus sebagai media penyebaran   ketika   melakukan   pengecekan   terhadap  file-file  di dalam komputer.
• Slow Infectors Virus, kebalikan dari fast infectors, di mana virus hanya akan menyebar ketika file-file target diciptakan atau dimodifikasi. Hal ini bertujuan untuk memperdaya anti virus sejenis integrity checkers dengan menumpangi proses yang ‘sah’ untuk mengubah sebuah file.
• Armoured   Virus,   dibuat   sedemikian   rupa  sehingga  sulit  untuk peneliti anti-virus dalam mempelajari cara mereka bekerja.

KESIMPULAN
Perkembangan virus komputer, worms, dan berbagai jenis malware lainnya   telah  menimbulkan    dampak   yang  sangat   besar  dan  meluas.Perkembangan teknologi sistem komputer dan komunikasi sering kali dijadikan virus komputer sebagai cara untuk mencari media penyebaran diri yang baru. Mulai dari penyebaran melalui floppy disk dan boot sector pada awal berkembangnya komputer, kemudian beranjak melalui jaringan internet, dan sepertinya virus akan menemukan tempat baru di dalam  jaringan  komunikasi    wireless   baik   dalam   bentuk  aplikasi (aplication-based)    maupun   dalam   bentuk   muatan   aplikasi  (conten- based). Dengan semakin kaburnya batasan antara peralatan komunikasi wireless dan komputer, ditambah lagi globalisasi seluruh dunia, maka virus komputer dan berbagai jenis malware lainnya akan merambah dunia komunikasi jenis ini. Selain itu jaringan komunikasi peer-to-peer yang semakin marak digunakan dalam berbagai macam aplikasi, dengan kemampuan untuk melewati berbagai bentuk pengamanan sistem seperti firewall,   dapat   menjadi   sasaran    empuk   dari  perkembangan   virus komputer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar